contoh kasus rug pull dan daftar kripto legal di Indonesia
Info Menarik Review Teknologi

Contoh Kasus Rug Pull dan Daftar Resmi Kripto Legal di Indonesia!

Memulai investasi di dunia kripto tentu menjanjikan potensi keuntungan yang sangat besar. Namun jangan lupa, jika potensi keuntungan yang besar selalu dibarengi dengan resiko yang setimpal.

Dimana dalam kripto, salah satu resiko yang harus diwaspadai adalah banyaknya modus penipuan yang disebabkan oleh sistem keamanan yang tidak transparan dalam blockchain, salah satunya adalah Rug Pull.

Pengertian Rug Pull dalam Dunia Kripto

Rug Pull di dalam dunia kripto merupakan salah satu jenis penipuan yang paling lumrah terjadi dimana para developer menelantarkan proyek token atau koin yang mereka kembangkan dan kabur membawa semua uang investor saat harganya tinggi.

Oknum developer bodong ini akan melakukan penjualan aset dari proyek yang telah mereka kembangkan secara langsung dalam jumlah yang banyak sehingga nilai token tersebut jatuh dan tidak lagi berharga.

Bahaya Rug Pull dalam Kripto

Bahayanya, modus Rug Pull bisa terjadi sangat cepat dan dalam waktu yang sangat singkat bahkan sebelum investor menyadari apa yang sedang terjadi pada aset yang mereka investasikan.

Terlebih, salah satu kelebihan sekaligus kekurangan dari sistem kripto adalah transaksinya yang tidak dapat diubah. Jadi, jika developer telah mendapatkan uangmu dan membawanya kabur, maka akan sangat sulit untuk menuntut kembali uang investasi tersebut.

Contoh-Contoh Kasus Rug Pull yang Pernah Terjadi

Agar jadi semakin jelas, para investor perlu mengetahui contoh-contoh kasus Rug Pull yang pernah terjadi agar dapat dijadikan pelajaran penting supaya lebih berhati-hati saat memilih sebuah aset investasi khususnya dalam dunia kripto.

Berikut adalah beberapa contoh kasus Rug Pull yang pernah terjadi di dunia kripto untuk membantumu menjadi investor dan pribadi yang selalu waspada, diantaranya adalah:

Token Squid Game

Contoh kasus Rug Pull yang baru terjadi tahun 2021 silam adalah token Squid Game. Dimana awalnya, aset kripto yang satu ini mengadopsi langsung nama dari salah satu serial Netflix populer yang banyak diperbincangkan saat itu yaitu Squid Game.

Walaupun tidak memiliki hubungan langsung dengan serial tersebut, token dengan kode SQUID ini mendadak hadir di momen kepopuleran serial itu di seluruh dunia hingga nilainya naik drastis secara tiba-tiba.

Terlebih karena ramainya promosi proyek token ini di berbagai media sosial membuat harga koin SQUID ini mengalami kenaikan lebih dari 23 juta persen selama periode 26 Oktober dan 1 November dari satu sen menjadi $2.861.

Namun isu kenaikan ini membuat banyak orang menjadi Fear of missing out (FOMO) dan turut menaruh modal dengan muatan dengan harapan harganya akan menjadi semakin tinggi lagi. Namun sayangnya harapan itu hancur karena koin SQUID langsung mengalami penurunan harga yang sangat ekstrim hingga hanya menjadi $0.003 dolar.

Setelah dilakukan analisis, penurunan harga fantastis dari koin SQUID ini diduga karena sang developer kabur meninggalkan proyek dengan menjual token yang mereka miliki dan menghasilkan keuntungan sekitar $3,3 juta dolar. Tidak hanya itu saja, white paper proyek Squid game pun ternyata tidak disusun secara profesional karena memiliki kesalahan tata bahasa yang cukup banyak.

Hal inilah yang membuat para investor akhirnya sadar bahwa token Squid Game adalah proyek palsu dengan metode penipuan berbasis Rug Pull karena uang investor dibawa kabur begitu saja oleh pengembang tanpa bisa dituntut oleh pengadilan.

Compounder Finance (CP3R)

Token kripto lainnya yang sempat rug pull yaitu adalah salah satu proyek De-Fi (decentralized finance) yaitu compounder Finance (CP3R). Dimana kasus ini sempat ramai di awal November 2020 dengan rug pull seluruh uang investasi penggunanya hingga $10.8 juta dolar.

Hal ini menyebabkan harga CP3R saat itu turun drastis hingga 98,8 persen hanya dalam rentang waktu 24 jam dan keseluruhan nilainya hilang begitu saja setelah penipuan tersebut berlangsung.

Ternyata, modus penipuan rug pull ini sudah direncanakan oleh pengembangnya sejak lama yang dibuktikan dengan adanya kode dalam smart contract yangs engaja dissipkan oleh  sang developer. Kode inilah yang memungkinkan mereka untuk membawa kabur semua dana yang telah terkumpul dari para investornya.

Daftar Resmi Kripto yang diakui di Indonesia

Dengan banyaknya kasus dan modus penipuan di dalam dunia kripto, maka pemerintah Indonesia mengambil sikap penting dengan membuat secara resmi daftar aset kripto yang diakui oleh pemerintah.

Harapannya adalah agar para investor memiliki gambaran jenis koin maka yang telah legal di mata adan Pengawas Perdagangan Berjangka Komoditi (Bappebti) sehingga dapat meminimalisir kerugian yang diakibatkan oleh modus penipuan. Daftar resmi kripto di Indonesia ini antara lain adalah:

  • Bitcoin, Ethereum, Tether, Xrp/ripple, Bitcoin cash, Binance coin, Chainlink, Lightcoin, Bitcoin sv dan Litecoin.
  • Crypto.com coin, Usd coin, Eos (Tron), Cardano, Tezos, Stellar, Neo, Nem, Cosmos dan Wrapped bitcoin.
  • Expanse, Sumokoin, Honest, Auroracoin, Vodi x, Smartshare, Exclusive, Cosmo coin, Aidcoin, Adtoken, Play game, Lunacoin, Staker, Klaytn, Flamingo, Wing, Bella protocol, Mil.k, Bakery token, Lyfe, Ionomy limited, Smart chain solution, Kryptovit, Eautocoin, Quantum, Bankex, Chaincoin, Hara coin, Venus protocol,¬† dan Alpha finance.
  • 12ships, Lambda, Function x, Cred, Ignis, Adex, Moviebloc, Groestlcoin, Factom, Nexus, Lbry credit, Gemini dollar, Einsteinium, Vidycoin, Nkn, Go chain, Cream finance, Medibloc, Fio protocol, Nxt, Aergo, High performance blockchain, Cartesi, Tenx, Siacoin, Raven coin, Status, Storj, Electroneum (etn), Aurora, Orbs, Loom network, Storm, Vertcoin, Ttc, Metadium, Pumapay, Nav coin, Dmarket Spendcoin,Tael,Burst,Gifto, Sentinel protocol, Quantum resistant ledger.
  • Digix gold token, Blocknet, District0x, Propy, Eminer, Ost, Steamdollar, Particl, Data, Sirinlabs, Tokenomy, Digitalnote, Abyss token, Cake, Veriblock, Hydro, Viberate, Rupiahtoken, Vexanium, Global social chain, Ambrosus, Refereum, Crown, Daex, Cryptaur, Spacechain.
  • Iota, Dash, Yearn.finance, Binance usd, Omg network, Maker, Ontology, Verge, Pax gold, Matic network, Kava, Komodo, Steem, Aelf, Fantom, Horizen, Ardor, Hive, Enigma, V. Systems, Z coin, Stratis, Ankr, Ark, Syscoin, Power ledger, Stasis euro, Harmony.
  • Synthetix network token, Uma, Uniswap, Dai, Doge coin, Algorand, True usd, Bittorrent, Compound, 0x, Basic attention token, Kusama, Ok blockchain, Waves, Digibyte, Icon, Qtum, Paxos, standard, Ren protocol, Loopring Ampleforth, Zilliqa, Kyber network, Augur, Decred, Bitshares, Bitcoin gold, Aragon, Elrond, Enjin coin, Band protocol, Terra.
  • Balancer, Nano, Swipe, Solana, Bitcoin diamond, Dfi.money, Decentraland, Avalanche, Numeraire, Golem, Quant, dan Bytom

Hindari Modus Penipuan dalam Kripto dengan Aplikasi WikiBit

aplikasi wikibit

Salah satu cara yang paling mungkin untuk kamu lakukan saat memutuskan untuk berinvestasi pada aset kripto yaitu adalah rajin melakukan riset dan analisis terkait latar belakang developer proyek dan juga status serta regulasi perusahaan di belakangnya.

Cara seperti ini terbukti secara efektif dapat mencegah kerugian akibat dari modus penipuan selama berinvestasi dalam aset kripto. Malah sekarang, kamu bisa mendapatkan berbagai data penting untuk banyak jenis koin dan proyek yang tersedia di bursa kripto yang siap untuk dianalisis hanya dengan mengakses Aplikasi WikiBit.

WikiBit adalah aplikasi pro kripto yang dapat membantu para investor agar dapat mengetahui data-data penting yang dibutuhkan untuk analisis mulai dari reputasi, status regulasi hingga latar belakang perusahaan pengembang proyek agar dapat terhindar dari modus penipuan saat akan berinvestasi.

Kini, aplikasi pro kripto yaitu WikiBit ini bisa kamu dapatkan dengan mudah hanya dengan mengunduh aplikasi tersebut di appstore ataupun play store di smartphonemu. Yuk mulai analisis aset kriptomu dengan download WikiBit sekarang!

Anda mungkin juga suka...

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.